...
boh, tampaknya gue mesti bikin kategori baru « makanan » krn, spt org2 lain umumnya, gue nemuin makanan2 lezat. dulu di kls french gue pun begitu, dua semester pertama itu bicarain makanan, volumenya banyak bgt dan beraroma eksotik. skrg juga masih eksotik sih. resto french mahal bgt euy, setidaknya itu anggapan umum. dan biasanya bener.
resto terbaik di sydney, tebaklah, mereka mengedepankan french cuisine. ada satu yg super top, terkenal, 10 courses (ketara banget ini bukan becandaan, LOL) di Sydney CBD namanya « Tetsuya's » elo bisa cari di google. Tetsuya's mengutamakan fusion cuisine, tapi berbeda fusion2 jadi-jadian ikut-ikutan lainnya, Tetsuya's kabarnya bener2 sublime kombinasi japanese dan french cuisine-nya. Kebayangkah resto jpn kan lebih sering daripada jarang mahal2, plus resto french yg juga mahal2, digabungin jadi mahal-mahal-mahal-mahal (LOL, mantep kan analogi tukang bangunan gue). Dipublikasikan beberapa hari lalu, katanya Tetsuya's resto ke-4 terbaik sedunia. Gue ngga bisa bilang iya atao ngga krn sampe saat ini gue blm sanggup fork out dua ratus bucks buat pengalaman satu malam tak terlupakan (refer to ten courses!) Temen gue, Rosalia, bilang "you better come in to Tetsuya's with an empty stomach, mate" LOL. Resto terkemuka lainnya « Guillaume on Bennelong » ditilik namanya bisa diduga itu resto french, lokasi : di opera house, menang lokasi juga kali euy.
anyhow, balik ke bumi, semalem gue ke pizzeria di bondi dg dua temen - untuk buka puasa bareng. ah seneng ati. kita ngga mesen antipasto, hmm... kayanya ngga liat kategori ini di menu-nya, tapi gpp, lagipula gue ngga berani propose "melone dan prosciutto" LOL. jadinya garlic bread dg cheese, boh cheesenya lumer2 di permukaan crusty-nya. kita ambil meja alfresco yg di trotoir, maitre d' -nya sok gaul, flirting2 dg waitress resto sebelah "oo i don't know what it is, but you really look magnificent tonight" LOL. awalnya servicenya biasa2 aja, untuk primo piatto gue pilih pasta al vengolo, dan pizzanya temen gue yg putuskan dan gue ngga masalah. tapi menjelang akhir, mungkin krn kita pesennya minimal ngga ekstravagant spt diners lainnya (ah lagipula restonya juga sepi, dan kami bertampang student) baru aja kelar lap2 mulut dg serviette, masa piring2 dan gelas mulai diangkut2. bah... lalu lima menit kemudian, maitre d' kunyuk itu bersiin dan nata meja kami untuk diners berikutnya, oooi, kami masih di sini masih ngobrol2. krn udah ngga enak, cabut dan gue ngga bersedia ngasih tips atao beramah tamah sama sekali - bahkan gue ngga bilang makasih sekalipun. bayar dan cabut.
buat mereka yg tinggal di sydney, berati-atilah, jgn beri ati, jgn beri tips kalo elo dine di « papa giovanni » pizzanya mungkin enak tapi servicenya bisa sucks berat LOL. apa gue nulis ke rubrik outing / kritik resto di surat kabar yah, biasanya dg cara ini baru bisa ngefek dan mereka ngeliat dan ngerasain impact kebodohan mereka sendiri.
The Manager, Papa Giovanni
We reckon your service is fecken crap.
...



I Tuei Racconti