I Canguri, come stanno?
Sydney Morning Herald, 31 Oct 05
The study of more than 1500 Australians, by the National Drug and Alcohol Research Centre, found one in 10 reported having a problem with alcohol at some point in their lives. Three in five said they knew a friend or family member who had experienced an alcohol problem.
The alcohol research centre's information manager, Paul Dillon, described as revolting the number of people who thought getting drunk now and then was just part of the Australian way of life.
"That people really do believe that is just awful," he said. "We're always going on about how could young people be like they are and we're worried about binge drinking among teenagers.
"Well, if the population believes getting drunk is part of being Australian, where are they learning it from? They're learning it from the adults."
The study, funded by the drug company Pfizer Australia, found people at risk of developing an alcohol problem were more likely to have started drinking at an earlier age, usually 13 or 14.
Ngga diragukan lagi, itu bener banget.
Layaknya di negara2 Anglosaxon, pemuda/i di sini kalo « outing » sering bersinonim dg « binge drinking ». Dan ini dimulai dari usia 18 atau sebelomnya. Kdg mereka bikin private party dan bbrp orang akan menyelundupkan minuman, kdg ada pula underage party yg harusnya tanpa alkohol tapi tetep aja banyak jalan menuju Roma - mengelabui panitia.
Sebagian ex-workmates gue pun memenuhi kriteria antara social dan binge drinker, mereka bisa, betanh, dan sanggup berjam2 nongkrong di pub. Kdg itu pun ngga cukup, mereka embark on a « pub crawling » whoaah ... terutama kalo ada events khusus, Melbourne Cup Day, St Patricks Day, Australia Day, hari libur apapun semua berstatus sama untuk alasan booze up - satu persatu pub dan club dikunjungi tanpa henti hingga pagi.
Untuk ce, sempet pula jadi sorotan mereka minum lebih banyak dari co - padahal tubuh mereka meng-absorbsi dan lebih rentan thdp alkohol. Plus beberapa taon terakhir ini klub2 di sini rame2 bikin 'ladies nights' bisa buy 1 cocktail get 2, atao 'free champagne for ladies' yg mensupply sparkling wine non-stop, semuanya bertujuan untuk bikin ce2 dateng ke pub, yg ujungnya akan menyedot pengunjung co - yah semua costs-nya ketutup lah. Blm lagi pop-alco macem smirnoff, midori, yg berkadar gula tinggi sehingga dianggap semi-cordial (yea right) yg menurut survey dianggap minuman semi-ringan sehingga si peminum ngga sadar brp banyak yg udah masuk ke tubuhnya. Krn manis bgt ...
Kdg pula gue lagi jalan, liat bouncer bertampang sangar tengah adu mulut dg pubgoers yg ngga dikasih masuk (biasanya krn mereka udah terlalu mabok atao di klub yg posh, ngga memenuhi dress code-nya).
Salah satu housemates gue, Jim, usia >50an, kayanya udah parah bgt deh. Jadi sejak taon lalu dia sering sakit2an, sering mesti ambil day off, waktu itu bahkan sampe 2 minggu. Dan semakin lama semakin parah. Seringkali household gue ngga ngeliat Jim sama sekali dan kami bertanya gerangan, hey where's Jim. Dia terpuruk di tempet tidur, bangun itu pun untuk ke WC dan dapur - disertai erangan2. Dugaan kami mungkin dia terlalu banyak minum. Dan ini dikonfirmasikan oleh dokternya yg rekomendasiin dia mesti total berenti minum whisky kalo ngga mau tewas 10 taon ke depan. Jim sendiri saat puncak kesakitannya bilang, yeah i'll give it up.
As bloody if.
Beberapa minggu kemudian dia mulai membaik dan ... balik ke konsumsi satu botol whisky per 3 hari. Gue ngga ngerti dan sebenernya ngga terlalu peduli, walopun kasian, tapi dia harus tau sendiri gmn ngurus hidupnya. Jim sendiri seorang duda (dua kali cerai) berarti udah malang melintang dg dua istri plus satu anak dari setiap istri ... tapi ini cerita lain kali. Ngga ada abisnya ngomongin ttg Jim. LOL
Ah balik lagi ke topik pemuda/i kangguru. Gue ngga mengklaim seorang samaritan, purist, tapi gue tau batas gue. And thus I judge you not.
Boh ....
Tapi yg sebenernya pengen gue komentarin, artikel tsb nyinggung bahwa anak2 cucu Ceasar di negara2 Mediteranean jarang yg mabok berlebihan krn sedari kecil udah diperkenalkan kepada alkohol oleh keluarganya. Itu juga bener bgt. Terutama negara2 Eropa latin : FR, IT, ES, dan Portugal ... sedari muda, oleh bonyok-nya mereka diijinin buat minum sedikit wine, perlahan2, biasanya dari yg sedikit dan ringan (encer krn dicampur dg air, jus atao apalah) seiring dg usia, di dinner keluarga mereka, pesta familial, atao pesta2 yg 'civilised' wine itu bak temennya bread. Le vin table, di France, ampir wajip hukumnya ─ bahkan keluarga yg paling sederhana pun punya wine table di atas meja makan mereka.
ciao ciao mes amies
....