non è possibile

Publié le par macchiato

Boh ...

Layaknya the Italians dan the French yg seringkali bilang, non è possibile atao c`est pas possible - di setiap kesempatan ngga peduli pagi siang atao malem (probably a Latin thingo, ngga masuk akal buat super rasional Anglophones), gue pun terperanjat saat menemukan di situs SYD Uni bahwa ngga akan ada kelas French yg akan di-conduct oleh ex-prof gue Rita.

Masalahnya Rita yg sgt populer, bisa dibilang yg terpopuler,
saat ini masih di Aix-en-Provence beberapa minggu lalu email gue dan mengindikasikan bahwa ia akan take up kelas bln Feb 06 sekembalinya ke Syd. Hmmm, kemungkinan ngga cukup waktu untuk ber-nego dg Sydney Uni ?? Imbasnya, gue ngga yakin akan ambil kelas kah semester depan.

Pengen sih, tapi pengalaman terakhir yg coba2, jajal2, probing2 the unknown, bener2 ngga membekas di ati.

Aah gue beberkan sajah:

Jadi kls French terakhir gue dg prof Daniel Bittoun yg bereputasi ambigu sejak awal. Dan gue bermain roulette rusia, gue buka semua kartu di atas meja, gue percaya insting gue bahwa nama besar Syd Uni berbanding sejajar dg kualitas staf pengajarnya.

Dan gue ngga bisa lebih salah lagi.

Daniel - tanpa perasaan dan prasangka buruk gue ikutin kelasnnya selama 10 minggu. Dan itu kelas French terburuk, paling membosankan, paling tidak stimulating, dan tidak2 lainnya, yg pernah gue alami. Dan bukan cuma gue doang yg bilang begitu, classmate Karen yg ex-teacher herself juga sependapat dg gue. Oyah, ngomong2 ttg classmates kdg gue merasa kecut krn mereka berlatarbelakang grandissimo, Karen prof universitas, Bryan prof German di Macquarie Uni, Angela seorang biologist yg pernah ikut ekspedisi-nya Museum of Sydney, Michael profesor musik highschool yg menguasai bhs Latin. Sedangkan gue ? he he, seorang imigran Asia ngga jelas juntrungan.

Daniel berasal dari desa kecil di Perancis Selatan, mereka menyebutnya seorang campagnard (country person) kota besar terdekat dg desanya adalah Montpellier - ex kota Roman dg segudang peninggalan bangunan romanesque (hehe, sayangnya gue blm pernah ke situ).

Singkat cerita, gue dan classmates gue ngga menikmati metode didaktik Daniel. Bagi gue dia ngga profesional. Kdg suka nanya ke kami - studentsnya - in full thick French accent, what do you want do next week? Pertama, dia harusnya udah siap dg material. Kedua, knp harus melempar pertanyaan ini dlm bhs Inggris - ini kls French conversation, Bung! LOL

...

Pyro : jgn terlalu burnt-out, gue pun sering begitu, err mungkin saat ini jiwa gue pun tengah lelah berjuang sendiri di negeri maha isolasi ini. jarak ribuan kilometer bagi kita cuma sejengkal bak liat  atlas............ sementara yg lain hanya bisa menahan napas.
Publicité

Publié dans affogato

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :