Mi metto davanti la tivu

Publié le par macchiato

...

Boh, ketara banget sih gue tengah banyak waktu untuk nulis hal-hal remeh buat blog. Kantor sepi  - walopun kerjaan masih aja bertumpuk - tanpa bos, kami bisa sedikit lebih rileks. Ah rileks, adakah kata yang lebih merileks-kan daripada «rileks» itu sendiri? lol

Toko video* (lebih tepatnya toko sewa DVD?) anyhow toko video di suburb gue punya hari sewa murah, setiap Rabu, banting harga dari enam menjadi dua bucks per judul - nama populernya Wacky Wednesday. Sayang koleksinya ngga lengkap sama sekali, menyebalkan bukan. Jadilah gue mesti jadi anggota di sewa dvd* lainnya untuk patching. Bukan blockbuster, krn ini yang paling mahal tarif sewanya dan tanpa hari murah.

Dan semalem gue dapet Cinema Paradiso. Hi hi hi, gue tengah membangun filmografi italo, tengah giat-giatnya menambah judul di daftar "seen and satisfied". Ini minggu yang intensif, udah tiga film italo yang gue liat. foto

1.
Agata e la Tempesta
Dari sineas yang membuat «Pane e Tulipane» bung Silvio Soldini. Awalnya gue ngga nyadar sama sekali, tapi 30 menit setelah filmnya mulai, dengan aktor/aktris impor dari Pane e Tulipane, kararterisasi yang " tidak biasa ", alur penokohan yang sulit ditebak ke mana larinya, dan gaya kamera, gue mulai bertanya-tanya.

Agata, wanita awal 40 tahunan yang mencari cinta sejati walopun selalu mendapatkan pria yang salah. Appuntamento-nya dengan pria 15 tahun juniornya membuat ia gundah. Plus masalah keluarga yang membelitnya. Tuh kan, temanya sealur dengan Bread and Tulips.

Satu hal yang menarik dari Italian Cinema, mereka membungkus seduction bak arte di vivere. Bak savoir-faire  yang dengan mudahnya dikuasai setiap Italian. Seks selalu melimpah ruah di hampir setiap film italia, telanjang frontal beh ... dianggap hanyalah hal biasa tapi di Hollywood masih semi tabu "oooh Jen gonna bare the thread, ooh Barry decided she'll do it etcetera etcetera" ... tapi penultimate momentum-nya yang bagi gue sangat menarik. Bagaimana mereka dengan cerdasnya menarik lawan jenis dengan humor yang kadang bodoh, sophisticated, dan ... pickup lines yang extraordinaire.

2.
Ricordati di me
Monica Belluci, haruskah gue berpanjang lebar ? lol

Entah kenapa, Sig.ra Belluci aktris no 1 bagi gue. Dia ngga petantang-petenteng, paparazzi menyukai tanpa membombardir kehidupan pribadinya dengan suami Vincent Cassel.

Lucunya, sekarang, setiap kali gue liat film Belluci, timbul rasa aneh setelah liat dia berbagai film. Di The Matrix, di film French (ah, aksen Parisiannya semakin bagus, walopun awalnya sempat dicap "an Italian who happens to speak French") ... dan di film Italo yang merupakan turf-nya.

3. Cinema Paradiso

E veramente un bel film.

Film Franco-Italian dengan dua aktor Perancis yang serta merta bisa bicara Italian dengan aksen Siciliano (tampak sedikit aneh bagi gue). Beh ...... bodohnya gue, baru sekarang berkesempatan liat film ini .. che stronzo, io!

Yang mengagumkan, entah bagaimana direktur casting-nya mendapatkan aktor cilik berbakat selucu si Salvatore Kecil ... Macaulay Culkin-nya Sicilia ??? Rosalia, temen gue si movie buff, bilang " I know, that's what European movies sometimes do, they get someone who is unknown and can act well and turn it into a beutiful piece." Ma certo!

Momen yang melekat di otak gue, Salvatore teriak-teriak " Alfreeedo, alfreeedo, posso prenderla ... si va bene? " di lain kesempatan, " Alfreeeedoooo ...... vaffancuuulooo " *lol mentalitas Siciliani yang harsh dan sekaligus jovial, di kehidupan nyata adakah anak berusia 8 tahun di sana yang bilang vaffanculo  ???

...

Publicité

Publié dans affogato

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :