Il Rinascimento
Who Wants To Be A Squeezemellionaire :
Buat mereka yang merasa mapan pengetahuan umum-nya, mengapakah dunia menyebut era "renaissance"sebagai "la renassaince" dengan istilah Perancis, sementara the Italians sendiri, sebagai pelopornya, membawa pandu "Il Rinascimento" yang anehnya jarang dikenal. Keduanya berarti rebirth. Tapi mengapa istilah aslinya malah tidak populer ... ? Hayoooh.

Lama-lama saya merasa bak penadah foto. Oleh ketidakmampuan sendiri, maka foto-foto "superb" milik orang lain pun harus dipinjam/ditilep tanpa izin. Beh ....
Mungkin udah saatnya belajar, ambil kelas, fotografi ??? Jeprat-jepret kiri kanan ...........
| Bicara tentang fotografi, seorang teman dari seorang teman … Adalah Koman Tam, berusia dua tahun lebih tua dari saya, kini menggeluti doktorat bidang kimia di Sydney Uni. Tiga tahun terakhir ini, ia pun tergila-gila dengan dunia fotografi. Bahkan, demi "hobby kecil"nya, studi PhD-nya «sedikit» terbengkalai. Sedikit … ? Err ............ Koman, student asal Hongkong, di mata saya adalah seorang akademis sejati. Ia tak kenal lelah belajar. Selepas bachelor degree-nya, ia menyelesaikan master degree’s tanpa jeda. Namun, untuk doktorat ini, ia malah keteteran. Alasan, di tengah-tengah period studinya, ia berujar, “I’ve decided to be a professional photografer. It’s more fun”. Oh, right. Boh, saya bukan nyokapnya, bukan pula teman terdekatnya. Punya hobby adalah baik, tapi jikalau sampai ia menelantarkan studi utamanya, DOKTORAT, di salah satu universitas terkemuka di negeri ini, plus partial scholarship di pundaknya, menurut saya malah tidaklah logikal. Di posisinya, saya akan berpikir “lebih baik selesain studi ini dulu. Hobi fotografi tidak akan lari, besok-besok pun masih bisa dikejar”. Fotografi pun bukan bidang yang mudah, kalo kita ber-talenta besar, tanpa portfolio yang impressive, semua usaha akan hangus. Apalagi, dengan status student internasional-nya, setiap kali Koman Tam meminta ektensi deadline doktornya, ia tetap harus membayar uang studi – yang jumlahnya tentu saja amit amit. Dan keluarganya yang selama ini masih harus membiayainya! Kasian kan. Kronologi: tenggat PhD-nya Maret 2005. Diperpanjang : hinggi kini, terakhir saya dikabari 6 bulan lagi - sekitar Oktober 2006. Ekstensi terakhir. Tanpa kecuali dari pihak Sydney Uni. |
Publicité