bouquin et requin

Publié le par reykjavik

voilà bouquins et requins berarti books and sharks (in french), hé hé gue pilih titel tsb karena mereka ber-rhyme.

gue sendiri pembaca buku avid, walopun dg malu ati mesti diakui lebih cenderung ke fiksi - euh, krn hidup gue sehari2 aja udah serius bgt, untuk baca non fiksi ber-posibilitas menambah gloominess dan kerumitan hidup gue. merci mais non merci (thanks but no thanks).

kayanya ngga lucu kalo gue tuang pendapat ttg harry potter, yg pasti episode ke-6 banyak kilas balik dan celoteh tak seru. tapi siapalah gue ini, ex-fan yg membelot tapi tetep antusias untuk menuntaskan di buku finalnya (hmm, 3 taon lagi kah? biasalah, stratagem marketing yg menilik saraf menunggu pembaca sehingga mereka tergugah beli).

buku yg tengah di tangan gue, yg sebetulnya harusnya dibaca dari taon lalu tapi krn-satu-dan-lain-hal gue tunda (iyah, berkilah gue hu hu hu ... ) buku super serius, mungkin yg terserius yg pernah gue baca.

pernahkah denger nama voltaire ? penulis, pujangga, kritikus sosial, filosofer perancis abad ke-18 yg namanya tergaung di mana2 krn buah pikirannya yg radikal pada saat itu mengakibatkan pergolakan sosial hingga berkontribusi kepada revolusi perancis 1789.

di kls french, tentu aja wajib bgt untuk familiar dg nama ini, di samping nama2 besar legendaris lainnya, rabelais, villon, victor hugo, jules verne. sayangnya gue sendiri - dg sedih saya akui - blm mampu baca tulisan mereka dlm edisi asli. bahasa modern aja udah empot2an, apalagi bahasa klasik. hu hu, jadi inget kala gue smp harus pelajari sastra melayu klasik, susah bgt kan.

anyhow, kembali ke voltaire. ini sebenernya sebuah pseudonim, nama pena, nama alias, yg diadaptasinya. pertama krn situasi politis labil sekali saat itu, penulis2 ber-ide subversif radikal dg mudah dapat ditangkap oleh sang raja dan senator dan dilempar ke penjara untuk membusuk di sana.

voltaire, atao jean-marie arouet, lahir di akhir abad 17 kala pemerintahan Louis XIV. keluarganya sangat berkecukupan dan jadilah ia mendapatkan pendidikan yg terbaik. tulisan demi tulisan dia buahkan dari penanya yg tajam, mengkritik kekuasaan absolut gereja katolik dan kerajaan perancis. ia sempat diasingkan di inggris besar di mana dia bertemu dg sir isaac newton dan dikabarkan bahwa voltaire lah yg pertama kali menulis kisah "newtow and his apple" hingga hal tsb melegenda skrg.

bagi gue, pertanyaan dan kritiknya akan "God" dan "Church" sgt menarik - gue sendiri bukan lah seorang kristian walopun beberapa kali menjadi church-goer (albeit admittedly, wasn't particularly a ravishingly invigorating occasion). pun bukan student of philosophy (pengen bgt sih mungkin ambil kls ini kalo berkesempatan, kebayang mesti ke library untuk cari buku berdebu dan tenteng2 buku besar dan berat setiap hari untuk menulis essay bertopik berat. mungkin di kala lain - err yea right).

voltaire menanyakan ke-eksis-an God. dan hal ini tidak menyenangkan the roman catholic church hingga beberapa karyanya masuk di "index of forbidden books of the vatican". beberapa argumen2nya yg berdasarkan logika dan sebab akibat:

bila God perfect, berarti God self sufficient unto himself maka itu mengapa ia harus menciptakan (yg mengimplikasi ia tidak self sufficient, yg berarti ia tidak perfect)?

bila ia omnipotent, kesempurnaan itu sendiri, penuh kasih, dan pengampun mengapa ia tak membuat kejahatan dan ketidakmenyenangkan di dunia ini lenyap ? . roman church berkata, ketidakmenyenangkan dunia disebabkan evil, mengapa God tidak melenyapkan evil. voltaire berpikir, evil harus ada untuk keberadaan goodnees (tanpa evil, tiada goodness). evil is for the great, however too much evil is not great.

mengapa ia tak membuat ciptaannya sempurna? voltaire berpikir, sesuatu yg sempurna mengharuskan adanya sesuatu yg tidak sempurna sehingga ia dapat disebut sempurna.

Church meng-klaim God memberi manusia free will, akan tetapi free will menggoda manusia untuk membuat dosa. maka itu free will adalah baik akan tetapi terlalu rapuh dan mudah di-abuse.

puncaknya, menyusul gempa besar di lisbon (portugal) di abad ke-18 menelan korban 40 ribu jiwa, voltaire hilang kepercayaan terhadap God dan Church. ia berpikir, mengapa Roman Catholic Church bilang gempa tsb dikontribusikan oleh kejahatan yg dilakukan penduduk lisbon dan evil itself caused havoc. voltaire berpikir, mengapa harus lisbon, mengapa bukan london atau paris, apakah hanya orang suci yg tinggal di london dan paris ? bila lisbon harus membayar upah kejahatan mereka, apakah berikutnya kota2 lainnya, bila iya kapan kah harus dibayar ?

...

voilà bagi gue, ide2 voltaire intriguing sekali. dan logis. bukahkah begitu ?

 


27/09/05 - [ dan ... ]

 

jadi gue baca beberapa kisah pendek voltaire, semuanya prosa satirikal yang mengkritik perpolitikan eropa dan gereja. kisah pertama di buku tsb, candide, ttg perjalanan candide bocah laki-laki yg lahir di jerman, ayahnya bekerja kepada seorang penguasa lokal seorang baron yg tinggal di castle kecil. candide terutama diberi pendidikan filosofi dan teologi berbarengan dg anak2 sang baron. sang professor-cum-teologian mengadopsi paham Optimisme bahwa semua dan apa yg terjadi di dunia adalah penuh kegembiraan dan mereka begitu sebab mereka harus begitu (sounds familiar ?)

melalui serantaian kemalangan, candide berpetualang dari eropa ke amerika selatan dan kembali ke eropa. peristiwa demi peristiwa melunturkan keyakinannya akan filosofi Optimism dan doktrin roman catholic church.

pada akhirnya candide telah bertemu dg gerombolan penjahat, penipu, pemerkosa, perompak, birokrat busuk, birokrat mata keranjang, jesuit baik hati, jesuit jahat, orang biasa yg baik hati, scholar putus asa, suku kanibal di amerika selatan ... and anything in between.

candide jatuh cinta, menyerah kepada godaan duniawi, mengemis makanan, ditawan, dipenjara, hampir dieksekusi, hampir dimasak oleh kaum kanibal, diburu oleh sejumlah pihak, candide membunuh dua priests dan satu pegawai kota (inquisitor).

satu hal terakhir yg sangat sangat sangat intriguing bagi gue: candide bertemu dg seorang wanita tua yg bekerja sebagai pembantu di rumah seorang pengusaha jewish, yg bercerita bahwa ia sebelumnya adalah anak dari sang paus saat itu, yg diculik bersama ibunya oleh gerombolan perampok, dijual sebagai budak di afrika utara, menjadi budak seks, dijual sebagai budak di eropa (hingga suatu ketika dia bekerja di sebuah castle, keluarga royal tsb tengah berperang dan bersumpah mereka ngga akan pernah menyerah. di perang terakhir, melalui siege yg sangat lama, keluarga tsb masih bersikukuh untuk tidak pernah akan menyerah kpd musuh, sementara bahan makanan telah habis. dan mereka melihat pelayan2 mereka dg mata buas dan lapar. seorang priest melihat keadaan ini dan memberi nasehat, jangan bunuh pelayan kamu, untuk membunuh rasa lapar, sebaiknya ambil sedikit bagian tubuh pelayan kamu sajah. ternyata priest ini terispirasi oleh kisah perang dan siege di turki. pada akhirnya nyawa2 semua pelayan semua selamat, tapi mereka kehilangan anggota tubuh. sedangkan wanita tua yg bercerita kpd candide kehilangan sepotong daging pantat.

asli begidik bayanginnya.

denger2, centuries lalu, ada beberapa pope hipokrit busuk kah, punya anak haram yg disembunyikan. ah tapi ngga heran lah, pun denger2 presiden chirac punya beberapa mistresses dan anak haram .... beh, i judge you not.

...

Publicité

Publié dans affogato

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :