les m'as-tu-vus
hu hu hu, lagi banyak ide untuk postingan bahkan sampe bingung milihnya. gue putuskan untuk berbual sesuatu yg leggero (ringan) aja, yg berat mungkin entar kalo mood gothic gue keluar.
menjadi residen di negeri asing kdg menyenangkan, kdg membetekan. kdg gampang, kdg pula susah. yg pasti biasanya spy hidup lebih mudah, elo akan berusaha untuk sesuaikan diri di komunitas lokal walopun banyak prejudice dan persepsi umum ttg org asia di sini. ini pemikiran dan opini gue pribadi:
native anglophones umumnya menganggap setiap org asia bicara inggris patah (broken english). atao dg aksen asia yg tampak bodoh. housemates gue kdg bilang, "hey, how come those ladies at the takeaway can't speak properly, they really should say five dollars instead of five dola five dola". LOL, gue cuma bisa senyum. ibu2 di takeaway brp banyak sih yg pernah mengenyam bangku sekolah formal di sini, paling banter mrk ambil kelas intensif buat imigran (gratis loh) selama beberapa minggu untuk survival english selebihnya mereka gerilya dari hari ke hari lewat interaksi dg suami, tetangga, dan customers.
panggil gue jahat tapi kadang gue pun meringis kala tengah meng-order takeaway deket kantor gue, takeaway thai spesialisasi lunch murah. bayangkan: bukan cuma satu, atao dua, melainkan enam ibu2 thai yg bersaut-sautan (shriekingly painful di telinga gue) « nek plis, nek plis. wat wul you laayk » dua menit kemudian « sik dola pliis »
LOL, oh i kid you not.
beberapa org asia di sini kdg suka sok minta peratian, hendak pamer (di luar jangkauan finansial mereka), sok gaya (yg ada gaya tengil). dan tipe2 ini yg bikin reputasi org asia memburuk : kemaren sore gue baru menapak dari kantor, jalanan padet terhambat lampu merah dan ada satu mobil perak convertible dg musing hip hop blaring dari stereo-nya. gue, spt pejalan kaki lainnya, terpicu keingintauannya siapakah smartarsed-monkey ini. dg designer sunglasses, si tampang korea itu goyang2 pala ngikutin dentum musik sementara atap dan jendela renault coupé cabriolet-nya diturunkan. bak portable zoo melewati kota, LOL. some people do get kicks from attention thrown in by passer-bys eh.
tapi peristiwa yg jauh lebih memalukan (atao memilukan?) segera terjadi hanya berselang ngga beberapa menit. sore itu sblm masuk kls, gue hendak beli espresso di kafe kecil sebelah kantor - hu hu, dg bangga mrk mengklaim gue seorang «regular» lucunya begitu elo menyandang status ini mrk ngelayanin elo bak temen ilang, dg keramahan yg ngga dibuat2, bahkan terkesan nyantai, gue kenal tampang2 staff di belakang percolator dan mereka pun vice versa.
anyhow, kali ini di depan gue ada dua org asia berusia akhir-20an (couple, cewe dan cowo) tengah merogoh kantong dan dompet mereka, di tengah kerencingan koin-koin, akhirnya si cewe bilang "ok, yes".
barista mengernyit, "yes what .... you have to give me more".
gue lirik cash register, tertera $12.40 - cukup untuk dua cangkir kopi dan satu slice kue? tampak normal. ada problem apa dg dua org muda asal china ini.
cewe angkat suara lagi, "you count. its enough"
barista membeberkan koin di stainless steel counter. dua detik kemudian, "err... you're forty cents short".
- "doesn't matter" sambung si cewe. sementara si cowo keluarkan 20 bucks dari saku celana.
barista, "err no, i need forty cents more".
- "doesn't matter", kata si cewe suaranya meninggi. "next time, ok ok"
barista terdiam, bungkam tak percaya. gue terbelalak, dlm ati "shit, forty lousy cents. i'll pay that for you if you like".
barista, "mm... you have to pay more, sorry".
muka memerah dan panik, si cowo segera sodorkan 20 bucks tsb, "yes, here here". tapi tak terduga, dia dihardik oleh si cewe, gue ngga ngerti dia bilang apa in rapid mandarin, 20$ note tsb dipampas olehnya, terjadi scene tarik menarik uang dari dompet.
- "no no, i pay i pay" kata cowo, smtr si cewe masih hardik2 «no its enough. we pay next time».
barista rolled up his eye. LOL
dg tergesa2 si cowo yg kehilangan 20$ dari tangannya rogoh2 kantong. dia sodorkan 40 cents tsb dan bergegas keluar, "ok thank you thank you."
begitu dua org tsb lenyap, barista bilang ke gue, "i feel like slapping them".
i'd say « ditch the bitch ! » LOL
ngga bisa dipercaya, masih mending kalo mereka emang bener2 strapped for cash atao uang mrk ngepas bgt dan billnya di-rounded down oleh si pemilik café. boh... reputasi org asia menderita lagi, kali ini krn empat puluh sen.
...