ritorno a scuola

Publié le par macchi


Il campo, Sienna, Toscana, Italia

Sono proprio pronto essere studiente? Davvero? Be'  ...  non credo io. 



Entah dengan semua yang lain, tapi dulu sekali (dan hingga kini) di ujung benak, saya selalu berkeinginan melangkahkan kaki ke kampus yang grandeur, bergedung bagus, yang biasanya diasosiasikan dengan universitas bereputasi tinggi dan telah ter-established selama berabad-abad.

Keinginan yang cetek, mungkin? Karena tentunya banyak pula uni-uni yang walaupun masih "ingusan" tapi tetaplah bermutu. Apalagi kualitas sebuah lembaga pendidikan bukan tergantung usianya

Dan hingga sekarang, keinginan tersebut belum tercapai. Kampus saya yang terakhir adalah gedung tanpa jiwa: semen, bata, cat abu-abu, dan plastered wall. Padahal yang saya idamkan ber-façade  sandstone, centuries-old relief, turrets -atau bahkan minaret, portal gate, art nouveau balustrades, dan beberapa gargoyles menerawang di sepanjang rooftop-nya (bayangkan la Sorbonne, kampus utama universitas di Paris -Quertier Latin- yang superb, sangat menawan hati).

Kini kesempatan besar kembali (hampir) menjelma. Dan saya benar-benar tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Benar-benar ingin mewujudkan keinginan kecil ini. Kecil tapi besar. Small yet massive. Petit mais grand. Piccolo ma grandissimo.

Menjadi student full time butuh re-edukasi, setidaknya harus bersiap mengubah kebiasaan tipe "pekerja" ke "pelajar". Fokus utama bukan lagi cari uang, tapi mengabsorbsi pengetahuan, keterampilan, dan (biasanya) melewati rintangan tes, ujian, dsb dengan sebaik-baiknya.

Tidak mudah memang.

Dan harapan saya, dengan kesempatan dorata -golden (LOL, word of the day dari kelas IT kemarin!) maka di pelupuk mata pun seringkali timbul fatamorgana, mirage di tengah hari bolong: gedung antik tua, tangga-tangga antik di piazza, teman-teman students dari penjuru dunia sambil mendiskusikan dan mendebatkan kafe mana yang bisa kami kunjungi sore hari ini.

Aah menghayal memang paling lezat.

Dan sekolah ideal kamu (???)
Addendum: sejenak saja, abaikan faktor ekonomi, kesempatan, usia, peluang, kondisi diri dan keluarga: kalau kamu bisa memasuki gerbang suatu sekolah « ideal » atau «impian»mu, sekolah manakah itu? Voilà! 


 

Publicité

Publié dans affogato

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :