when moved what, again?

Publié le par macchi

Paguyuban Pasundan: Pindahkan Ibukota Indonesia
Suara Pembaruan Online, 13 Jan 2006

     ...

"Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga telah menjadi pusat bisnis, wisata, parpol, dan agama, serta budaya," kata Sekretaris Jenderal Paguyuban Pasundan, Prof Didi Turmudzi di Bandung, akhir pekan lalu.

Banyaknya aktivitas tersebut, membuat Jakarta sulit untuk mengembangkan diri. Karenanya, upaya yang sangat rasional adalah memindahkan ibukota Indonesia dari Jakarta.

"Bukan hal yang tidak mungkin, Malaysia sudah memindahkan ibukota dari Kualalumpur ke Putrajaya. Begitu juga Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, atau juga Australia dari Canberra ke Sidney," tandas Didi.

     ...



Aduh, tidak habis pikir.

Itu seriuskah? Sungguhan? Bukan lelucon belaka?

Astaga! Seorang profesor berkomentar sedemikian ceroboh? Dan ceroboh adalah kata sifat yang masih sopan dan baik hati dalam kasus ini.

Mungkin saya yang awam dan bodoh ini telah ketinggalan berita, tapi: 1. memang ibukota Malaysia sudah pindah ke kota bernama Putrajaya? Kapankah ini terjadi?

2. Ibukota Amrik ... err New York (City, supaya tidak rancu dengan NY State) memang pernah menyandang status tersebut selama lima tahun 1785-1790, tapi adalah Philadelphia ibukotanya sebelum dipindahkan ke Washington DC hingga kini.

Terakhir: 3. transfer ibukota dari Canberra ke Sidney (sic) ternyata luput dari warga Australia sendiri selama ini? Kasihan sekali kami!

Dua komentar: kalau bapak Didi itu benar berkapasitas profesor -tenaga pengajar di universitas, atau yang setara- bagaimana dengan pendidik berstatus di bawahnya? Apalagi jika ia diundang ke seminar di luar negeri, LOL, siapkah RI menanggung malu atas opini serampangan seperti itu? Atau jangan-jangan si Prof Didi Yang Terhormat salah seorang victim-cum-client lembaga pendidikan yang digrebek menjual sertifikat Master's Degree antah berantah, Rp 10 million a pop and anything goes into the sheet.

Lalu sang jurnalis tidak bisa mengoreksikah, atau setidaknya menambahkan info/ ralat di kolom bawah? Memang berita yang dilansir akan selalu akurat walaupun datangnya dari mulut seseorang yang -tampaknya, seharusnya- bisa dipercaya? Kasihan para pembaca yang semakin terbodohi.

Get your facts straight like an arrow, Mister Sir Professor Milord!

Publicité

Publié dans c'est fou ça!

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :