I Francesi sono bizzarri
...
Boh, kembali ke dasar. Balik ke awal. No more muckin' about in the bush.
Sedari pertama kali gue pelajari French, tetep aja masih banyak hal2 menarik yg setiap saat bisa memicu keingintauan gue. French yg kini hanya bisa ber-reminisce masa keemasannya, kepopulerannya tergeser oleh l'Anglais dlm kurun 200 taon terakhir, teteplah sesuaty yang mellifluous, sulit dipelajari, sulit dikuasai, dan kdg bagi gue tidak rasional.
Tapi semua tsb bagian dari sejarah yg menarik, bagi gue ini memungkinkan gue menengok sejenak sedikit sejarah Eropa (dan dunia) hingga satu millenium yg lalu.
Awal abad ke-11, William (Guillaume) dari suku Normand (north - north west of France) melayari selat Chunnel dan bercokol di kepulauan Inggris selama lebih dari tiga abad. Itu pula mungkin asal nama Britain.
Britanie (region West of France) = Brittany = Britain.
Kemudian penggunaan (old) French diterapkan di UK terutama di bidang administratif pemerintahan, agama, dan ... *makanan.
*maka tergunakanlah : gourmet untuk err... gourmet, succulent untuk sesuatu yg sgt lezat, beef (boeuf) untuk daging sapi, mutton (mouton) untuk daging lamb, pork (dari porc), aubergine untuk eggplant (baca food magazines, kalo ngga percaya); menu, plat du jour (kalo elo ke resto terkemuka) tampak lebih elegan daripada plate of the day; restaurant (coined at the end of the 18th century) dan ... bon appetit untuk bilang selamat makan. Semuanya berasal langsung dari dapur kerajaan. Bangsa anglosaxon boleh jadi merasa superior di bawah tampuk Elizabeth I, tapi mereka terlena dan terlalu males untuk meng-invensi own terms.
Jgn lupa, semua keturunan royal Britania Raya semuanya fluent in French - yah, krn faktor mereka dapet pendidikan dan tutorial terbaik juga sih.
Satu hal lain yg ingin gue bilang, suku Gallic seringkali membanggakan diri mereka menjunjung tinggi rasionalitas. Dan lima taon yg lalu, gue kesulitan membuktikannya.
20 = vingt (pengucapannya VANG nasal, tanpa t)
21 = vingt et un (pengucapannya VANTEANG, dengan t) perhatikan ET
22 = vingt-deux (pengucapannya VANTEDEU, dengan t)
60 = soixante
61 = soixante et un - masih ada ET
70 = soixante-dix (lit. enampuluh sepuluh)
71 = soixante et onze (lit. enampuluh dan sebelas)
72 = soixante-douze (lit. enampuluh duabelas)
... dan seterusnya mengikuta pola tsb.
80 = quatre-vingts (lit. empat duapuluh) (pengucapan katrevan, tanpa t)
81 = quatre-vingts-un (pengucapan KATREVANGANG) ET lenyap
82 = quatre-vingts-deux (pengucapan KATREVANGTEDEU, t muncul lagi)
90 = quatre-vingts-dix (lit. empat duapuluh sepuluh)
91 = quatre-vingts-onze (lit. empat duapuluh sebelas)
Ngga rasional bukan? Sementara bhs Roman lainnya justru lebih rasional kemana2, berpola lebih sederhana, normal, dan konsisten. NOT THE BLOODY FROGS. Nope. Naaay. No way, José.
klik di sini : French Language Guide.
^^
...
Boh, kembali ke dasar. Balik ke awal. No more muckin' about in the bush.
Sedari pertama kali gue pelajari French, tetep aja masih banyak hal2 menarik yg setiap saat bisa memicu keingintauan gue. French yg kini hanya bisa ber-reminisce masa keemasannya, kepopulerannya tergeser oleh l'Anglais dlm kurun 200 taon terakhir, teteplah sesuaty yang mellifluous, sulit dipelajari, sulit dikuasai, dan kdg bagi gue tidak rasional.
Tapi semua tsb bagian dari sejarah yg menarik, bagi gue ini memungkinkan gue menengok sejenak sedikit sejarah Eropa (dan dunia) hingga satu millenium yg lalu.
Awal abad ke-11, William (Guillaume) dari suku Normand (north - north west of France) melayari selat Chunnel dan bercokol di kepulauan Inggris selama lebih dari tiga abad. Itu pula mungkin asal nama Britain.
Britanie (region West of France) = Brittany = Britain.

Kemudian penggunaan (old) French diterapkan di UK terutama di bidang administratif pemerintahan, agama, dan ... *makanan.
*maka tergunakanlah : gourmet untuk err... gourmet, succulent untuk sesuatu yg sgt lezat, beef (boeuf) untuk daging sapi, mutton (mouton) untuk daging lamb, pork (dari porc), aubergine untuk eggplant (baca food magazines, kalo ngga percaya); menu, plat du jour (kalo elo ke resto terkemuka) tampak lebih elegan daripada plate of the day; restaurant (coined at the end of the 18th century) dan ... bon appetit untuk bilang selamat makan. Semuanya berasal langsung dari dapur kerajaan. Bangsa anglosaxon boleh jadi merasa superior di bawah tampuk Elizabeth I, tapi mereka terlena dan terlalu males untuk meng-invensi own terms.
Jgn lupa, semua keturunan royal Britania Raya semuanya fluent in French - yah, krn faktor mereka dapet pendidikan dan tutorial terbaik juga sih.
Satu hal lain yg ingin gue bilang, suku Gallic seringkali membanggakan diri mereka menjunjung tinggi rasionalitas. Dan lima taon yg lalu, gue kesulitan membuktikannya.
20 = vingt (pengucapannya VANG nasal, tanpa t)
21 = vingt et un (pengucapannya VANTEANG, dengan t) perhatikan ET
22 = vingt-deux (pengucapannya VANTEDEU, dengan t)
60 = soixante
61 = soixante et un - masih ada ET
70 = soixante-dix (lit. enampuluh sepuluh)
71 = soixante et onze (lit. enampuluh dan sebelas)
72 = soixante-douze (lit. enampuluh duabelas)
... dan seterusnya mengikuta pola tsb.
80 = quatre-vingts (lit. empat duapuluh) (pengucapan katrevan, tanpa t)
81 = quatre-vingts-un (pengucapan KATREVANGANG) ET lenyap
82 = quatre-vingts-deux (pengucapan KATREVANGTEDEU, t muncul lagi)
90 = quatre-vingts-dix (lit. empat duapuluh sepuluh)
91 = quatre-vingts-onze (lit. empat duapuluh sebelas)
Ngga rasional bukan? Sementara bhs Roman lainnya justru lebih rasional kemana2, berpola lebih sederhana, normal, dan konsisten. NOT THE BLOODY FROGS. Nope. Naaay. No way, José.
klik di sini : French Language Guide.
^^
...
Publicité