una cartolina per nessuno

Publié le par macchiato

Parigi l'8 novembre 2005

Carissima Rosalia

Ecco, sono arrivato ieri sera alla città delle luce. Il viaggio in aereo da New York era un po' lungo ma finalmente la mia serata è andata molto bene. Ho cenato con Isabelle a Chez Didier che è un piccolo, comodo, e buonissimo ristorante francese vicino all'appartamento di Isa. Il suo appartamento nella isola di St. Louis è belissimo, sai che adoro questo bel posto. Quindi abbiamo fatto una bella passegiata nel quartiere di Marais però purtroppo non siamo riusciti a trovare una gelateria ma c'erano moti bei negozi.

Penso che oggi vado a vedere la torre di Eiffel e questa volta vorrei salirci. Poi, dipende se Isa potrà scappare dal suo lavoro, andremo a prendere un aperitivo.

Allora spero che tutto posto e aspetto il tuo arrivo la settimana prossima.
Isa ti da un bacione e tu ci manchi.

A prestissimo

G.




Gue punya dilema yg berusia kurang lebih dua minggu.

Kls Italian gue terlalu pelan lajunya tapi sebagian classmates beropini lajunya udah pas. Boh ...

Prof gue, Patrizia, kayanya tau hal ini tapi mm ... mungkin dia ngga bisa berbuat banyak. Bah, gue bukan pongah merasa lebih pinter dari classmates lainnya tapi kenyataannya kami masih sering ulang materi yg entah bulan lalu atao semester lalu. Terutama Peter, berusia 60taon, yg seringkali mengalami kesulitan pahami konsep grammar/ syntax Italian. Dan gue ngga menyalahkannya. Tau sendiri lah betapa sulitnya pelajari sebuah bhs asing.

Saat ini Patrizia meng-kustomisasi setiap kls dg materi per vox populis ─ gue bilang itu udah cukup adil dan demokratik. Sebagian classmates gue akan ke Italia bln depan dan mereka sedikit banyak perlu keterampilan survival kit turis. Gue ngga bilang materi tsb ngga berguna sama sekali tapi bagi gue, mesen kamar hotel, resto, bar, cafe, tiket kereta dll, saat ini bukan prioritas utama.

Baru2 ini gue mulai mengerti conditional, future, dan imperfect tenses yg kesemuanya gue pelajari sendiri dg susah payah dari buku (bukan dari kls). Berdasarkan pengalaman dg French, tenses tsb berfaedah bgt, bisa memaksimalkan kefleksibilitasan gue menyusun kalimat dari yg sederhana sampe moderate (kompleks, boh ... mungkin 2 taon lagi). Yg jelas gue pengen bisa susun kalimat untuk menuturkan ide apapun yg timbul di benak. Ogah bgt mentok cuma di depan resepsionis hotel, di loket stasiun, dg modal suatu hafalan baku. Krn, percaya ngga percaya, yg tertera di buku teks itu cuma satu bentuk situasi sementara  mereka yg bicara in situ akan menggunakan 10 alternatif lain di setiap kesempatan.

Gue kepikiran untuk tanya lagi ke Patrizia, bisakah kita pelajari hal2 yg lebih kompleks.
Dan dia rada enggan, sekali waktu dia berujar, but it wouldn't do much good for the others. Ya uis gue ngga pernah desak2 - classmates gue simpatik dan bae2 kok semuanya, gue ngga mau dimusuhin! Dulu sekali waktu, gue pun pernah berada di posisi sama, classmates French gue jauh lebih superior, dlm ati «mengapa mereka jauh lebih pinter dari gue atao gue yg ketololan» tapi gue caught up dg segera. 

Jadinya 
situasi  tidak beruntung ini berkonsekuensi negatif: kdg gue merasa bosen di kls dan gue pengen cabut, males euy ngulang2 materi yg dulu2, kemaren, atao minggu lalu. Terlalu banyak konsolidasi tak perlu.

Tapi mungkin perseverance kata kuncinya euy.


ciao ciao

...

Publicité

Publié dans in italiano

Pour être informé des derniers articles, inscrivez vous :