Andiamo al parco?
[ *Barbie, one of the quintessential modern Aussshtralian icons! ]
...
Dan Sabtu siang, selepas kelas surfing, Stuart si instruktur New Zealander membawa kami ke Shelley Park, sebuah park kecil berjarak 20 menit dari klub Life Saving di mana kelas kami berkumpul pagi harinya, untuk ber-barbeque.
Krn kami hanyalah «classmates» yg tidak begitu saling kenal selama 7 minggu terakhir ini, sistem bbq kali ini BYO. Yg dikenal dg BYO « Bring Your Own » adalah sistem "bawa sendiri" saat elo bermakan malam di restoran tertentu yg mengijinkan diners tidak harus membeli alkohol in situ, biasanya yg dibawa minuman alkohol, umumnya wine, bir justru dilarang, dan resto tsb mengenakan cork charge per head.
Namun, BBQ kami demi alasan kepraktisan mengharuskan kami beli daging yg siap santap, sesuai selera sendiri, tinggal beritau sang butcher dan voilà ...! Sebagian classmates gue pun mampir ke bottleshop (liquor shop, off licence bagi yg akrab dg UK/ US terms) dg menggandeng a six-pack (six pack = satu pack berisi 6 stubbies, 330ml, beer) dan berjalan beriringan dg senyum sumringah.
Naasnya, Shelley Park ternyata cuma punya satu bbq publik dg tiga papan panggangan. Dan ketiganya dikuasai mafia Pasifik. He he.. ngga deng, ada keluarga Pacific Islander yg tengah ber-reuni, kumpul2 en masse. Dan mereka rada aneh. Masa bukan cuma memanggang makanan secukupnya, layaknya keluarga normal, tapi selesai makan siang, mereka, bapa2nya terutama, masih tancep terus di depan kompor, cuek bebek bak film slapstik, container demi container dikeluarkan dan ayem, steak, sosis, ribs, kebabs semua mereka bakar. Boh ... spekulasi gue: keluarga ini hendak menghemat tenaga dan bill listrik bulan depan, pake fasilitas umum tanpa keluar duit sepeser bodong pun, tanpa mesti cuci cutlery kalo di dapur sendiri! Ide super brilian cemerlang.
Parks di sini rata2 dilengkapi fasilitas umum memadai. Local council menghabiskan budget besar untuk mendanai mulai dari sistem persampahan dg tong berbagai warna untuk sampah daur ulang, organik, plastik, kertas, dll; public benches, picnic tables, gazebos, bahkan amphitheatre kecil untuk konser mini. Kompor barbeque di kota-kota besar, SYD, MEL, BRIS, umumnya digratiskan total, tinggal memencet satu tombol untuk menyalakannya. Ada juga fasilitas bbq yg mengharuskan kita membayar sekeping logam, mulai dari 20 cents hingga 2 bucks, untuk menyalakannya, misal di national parks, recreation area dll.
Ya uis, gue tinggalkan dg beberapa imagi untuk mengilustrasikan tipe-tipe bbq yg umumnya ditemui di tanah australis:
[ *Barbie = AUS short for barbeque! ]

Bbq publik, mudah dijumpai di taman-taman dan area rekreasi keluarga.

Bbq tipe perumahan, biasanya terbuat dari batu bata dan sekeping seng, di backyard gue pun ada satu.

Klik gambar di atas untuk penjelasan menyeluruh!
Bbq modern, tipe elektrik, biasanya berfungsi bak griller. Lebih praktis, portable, dan mudah dinyalakan.
«Ooooiii ... Davoo, chuck more prawns on the barbie, mate!»
...
Dan Sabtu siang, selepas kelas surfing, Stuart si instruktur New Zealander membawa kami ke Shelley Park, sebuah park kecil berjarak 20 menit dari klub Life Saving di mana kelas kami berkumpul pagi harinya, untuk ber-barbeque.
Krn kami hanyalah «classmates» yg tidak begitu saling kenal selama 7 minggu terakhir ini, sistem bbq kali ini BYO. Yg dikenal dg BYO « Bring Your Own » adalah sistem "bawa sendiri" saat elo bermakan malam di restoran tertentu yg mengijinkan diners tidak harus membeli alkohol in situ, biasanya yg dibawa minuman alkohol, umumnya wine, bir justru dilarang, dan resto tsb mengenakan cork charge per head.
Namun, BBQ kami demi alasan kepraktisan mengharuskan kami beli daging yg siap santap, sesuai selera sendiri, tinggal beritau sang butcher dan voilà ...! Sebagian classmates gue pun mampir ke bottleshop (liquor shop, off licence bagi yg akrab dg UK/ US terms) dg menggandeng a six-pack (six pack = satu pack berisi 6 stubbies, 330ml, beer) dan berjalan beriringan dg senyum sumringah.
Naasnya, Shelley Park ternyata cuma punya satu bbq publik dg tiga papan panggangan. Dan ketiganya dikuasai mafia Pasifik. He he.. ngga deng, ada keluarga Pacific Islander yg tengah ber-reuni, kumpul2 en masse. Dan mereka rada aneh. Masa bukan cuma memanggang makanan secukupnya, layaknya keluarga normal, tapi selesai makan siang, mereka, bapa2nya terutama, masih tancep terus di depan kompor, cuek bebek bak film slapstik, container demi container dikeluarkan dan ayem, steak, sosis, ribs, kebabs semua mereka bakar. Boh ... spekulasi gue: keluarga ini hendak menghemat tenaga dan bill listrik bulan depan, pake fasilitas umum tanpa keluar duit sepeser bodong pun, tanpa mesti cuci cutlery kalo di dapur sendiri! Ide super brilian cemerlang.
Parks di sini rata2 dilengkapi fasilitas umum memadai. Local council menghabiskan budget besar untuk mendanai mulai dari sistem persampahan dg tong berbagai warna untuk sampah daur ulang, organik, plastik, kertas, dll; public benches, picnic tables, gazebos, bahkan amphitheatre kecil untuk konser mini. Kompor barbeque di kota-kota besar, SYD, MEL, BRIS, umumnya digratiskan total, tinggal memencet satu tombol untuk menyalakannya. Ada juga fasilitas bbq yg mengharuskan kita membayar sekeping logam, mulai dari 20 cents hingga 2 bucks, untuk menyalakannya, misal di national parks, recreation area dll.
Ya uis, gue tinggalkan dg beberapa imagi untuk mengilustrasikan tipe-tipe bbq yg umumnya ditemui di tanah australis:
[ *Barbie = AUS short for barbeque! ]

Bbq publik, mudah dijumpai di taman-taman dan area rekreasi keluarga.

Bbq tipe perumahan, biasanya terbuat dari batu bata dan sekeping seng, di backyard gue pun ada satu.

Klik gambar di atas untuk penjelasan menyeluruh!
Bbq modern, tipe elektrik, biasanya berfungsi bak griller. Lebih praktis, portable, dan mudah dinyalakan.
«Ooooiii ... Davoo, chuck more prawns on the barbie, mate!»
Publicité